Senin, 12 Desember 2016

Moratorium Ujian Nasional

Keputusan pemerintah (walaupun belum difinalkan atau diketok palu) membatalkan moratorium Ujian Nasional yang digagas kemendikbud sangatlah disayangkan, karena dengan dibatalkannya moratorium tersebut berarti problema yang selalu terjadi pada pelaksanaan Ujian Nasional akan kembali terulang, dimana akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti adanya jual beli kunci jawaban baik itu di kalangan siswa maupun guru, try out UN antara 3 sampai 5 kali menjelang UN yang sudah barang tentu akan memakan biaya.
Dana yang digulirkan pemerintah untuk kegiatan UN itu lebih dari 500 milyar setiap tahunnya, padahal klu dana itu disalurkan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak, melengkapi sarana prasarana sekolah yang kurang atau membantu siswa siswi miskin, sudah berapa sekolah dan berapa siswa yang terbantu.
Dengan kata lain pelaksanaan UN itu dapat menyebabkan sebahagian besar para siswa menjadi malas belajar dan mereka menganggap kecil UN tersebut, dimana jual beli kunci jawaban pasti akan terjadi lagi, jadi untuk apa belajar kalau toh pada saat ujian ada bocoran atau kunci jawaban, bahkan di beberapa sekolah kunci jawaban tersebut difasilitasi oleh sekolah.

Miris kita melihatnya... Saya berani mengatakan demikian karena sudah puluhan tahun sebagai guru, uniknya lagi, menjelang pelaksanaan UN kami para guru bahkan kepala sekolah sibuk bahkan bisa jadi stress menghadapinya sementara para siswa santai-santai aja

Seharusnya pemerintah itu mengundang perwakilan guru bila ingin memutuskan atau mengambil kebijakan yang berkaitan dengan sekolah, apakah itu tentang UN, kurikulum atau masalah lain, bukan hanya pejabat dan pakar pendidikan karena menurut saya para gurulah yang tau masalah yang terjadi di lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar